Jumat, 01 Juni 2012

Alien Pertama Temuan Manusia akan Sangat

Headline

Fakta - Alien pertama yang ditemukan manusia akan miliki teknologi sangat canggih dan beradab. Selain itu alien tak akan memakan atau memperbudak manusia.


Menurut mantan Direktur SETI Jill Tarter, secara teknologi, alien memiliki teknologi sangat canggih hingga membuat mereka tak perlu memperbudak manusia. Selain itu, alien juga akan memiliki cara mendapat makanan, lanjutnya.

“Saya tak sependapat Sir Stephen Hawking yang menyebutkan alien akan mengkolonisasi manusia. Jika alien ke Bumi, mereka hanya ingin menjelajah saja,” katanya seperti dikutip DM.

Alien tak akan seperti pada film-film yang ada saat ini. “Alien tak akan seperti yang ada di penggambaran Men In Black III atau film-film serupa lainnya,” tutupnya.

Sumber : DailyMail

Ingin Tahu Bentuk Tetesan Air di Luar Angkasa?


Fakta - Mendengar tetesan air, Anda pasti sudah bisa membayangkannya di dalam pikiran. 

Namun bisakah Anda membayangkan seperti apa tetesan air di luar angkasa?


Astronot NASA Donald R. Pettit melakukan beberapa percobaan di lingkungan mikrogravitasi di International Space Station (ISS). Di percobaannya, ia mencoba mencipratkan air di luar angkasa.

Hasilnya, gelembung air pun bermunculan. “Tergantung frekuensi dan amlitudo, Anda bisa membuat lobus yang benar-benar baru,” kata Pettit menggambarkan bagaimana gelombang suara membentuk gerak air seperti dikutip HuffPost.


Penasaran? Ini dia videonya.

Sumber : HuffPost

Emas Berasal dari Luar Angkasa


alt Fakta - Para ilmuwan mengatakan mereka menemukan bukti bahwa beberapa logam berharga, seperti emas dan platinum, berasal dari angkasa luar miliaran tahun lalu.


Para peneliti dari Universitas Bristol, Inggris mengambil kesimpulan berdasarkan penelitian terhadap endapan berusia empat miliar tahun di Greenland.




Mereka menemukan isotop yang berada di dalam endapan jelas berbeda dengan isotop yang berasal dari Bumi.

Menurut mereka, perbedaan ini memperkuat teori yang menyebutkan logam-logam berharga yang kita gunakan sekarang ini sampai ke Bumi melalui pelepasan sebuah meteor besar ketika meteor baru berusia 200 juta tahun.
Logam emas dan logam-logam berat lain kemudian tenggelam ke dalam inti bumi yang meleleh pada masa-masa awal.
Menurut ilmuwan, logam emas terbentuk akibat benturan antar bintang-bintang neutron, ledakan paling dasyat yang pernah terjadi di alam semesta. 

Sumber : (Erabaru/bbc.co.uk/sua).

Ahli : Tak Ada Alasan Takut pada Alien


Fakta - Alien tak semenakutkan seperti dalam film (20th Fox Century)

Stephen Hawking memperingatkan bahwa alien mungkin mencoba untuk menjajah Bumi.

Satelit telah dikirim menjelajah angkasa, teleskop radio diarahkan ke langit untuk mencari sinyal komunikasi antar planet, tapi hingga saat ini belum ada bukti sahih keberadaan mahluk cerdas selain manusia alias alien. Meski tak mustahil ada kehidupan lain di luar Bumi.

Gambaran soal alien diambil alih oleh industri film. Yang rata-rata menampilkan wajah alien sebagai ancaman, mahluk yang ingin menguasai bumi dan memperbudak manusia. Misalnya, yang terbaru, Film Battleship dan Men in Black 3.

Veteran pemburu mahluk extra terresterial (ET), Jill Tarter yang sudah malang melintang selama 35 tahun, dan pada Senin 22 Mei 2012 baru mengumumkan pensiun mengatakan, alien mungkin tak semenakutkan yang digambarkan film.

"Jika alien bisa mengunjungi Bumi, itu berarti mereka punya kemampuan teknologi yang supercanggih, yang tak memerlukan manusia sebagai budak, makanan, atau planet lain," kata Tarter yang baru saja melepas jabatan sebagai Direktur Pusat Riset SETI (Search for Extraterrestrial Intelligence), lembaga pencari alien, seperti dimuat situs sains SPACE.com.

Kepercayaan Tarter, bahwa alien itu "jinak" bertentangan dengan astrofisikawan, Stephen Hawking yang memperingatkan manusia agar berhati-hati dengan alien, karena mereka ingin mengeksploitasi Bumi.

"Saat Stephen Hawking memperingatkan bahwa alien mungkin mencoba untuk menaklukkan atau menjajah Bumi, dengan penuh hormat, saya tak sepakat," kata Tarter. "Jika alien bisa datang ke Bumi, mereka mungkin hanya ingin mengeksplorasi. Mempertimbangkan umur alam semesta, kita, manusia Bumi, mungkin bukan mahluk cerdas pertama yang melakukan kontak dengan alien itu."

Bulan depan, Tatter dan para ilmuwan, juga pengamat ET akan berkumpul di Santa Clara, Kalifornia dalam acara SETICon II, membahas soal peluang manusia di alam semesta dan masa depan pencarian kehidupan di luar Bumi.

Sebelumnya, dalam seri Discovery Channel, Stephen Hawking mengatakan, keberadaan miliaran galaksi di luar sana membuat keberadaan bentuk kehidupan lain selain manusia, menjadi rasional.

Ia memperingatkan manusia untuk berhati-hati dalam melakukan kontak dengan bentuk kehidupan asing. Para alien itu mungkin tak ramah.

Sementara, ilmuwan senior dalam bidang astrofisika dari Universitas Harvard, AS, Dr Howard Smith, meyakini sangat kecil kemungkinan bagi kita, manusia, untuk menemukan alien. Kalaupun iya, hampir tak masuk akal untuk membuat kontak dengan mereka.

Penemuan 500 planet di luar tata surya atau sistem ekstrasolar yang mirip Bumi, tak lantas membuat kemungkinan bertemu alien makin besar.


Sumber : Space.com

Jika Bumi Berhenti Berputar

Fakta -  Kabar baiknya, itu tak berarti kiamat.

Bagaimana jika Bumi berhenti berputar? (NOAA/NASA GOES Project)
Bumi  terus berputar pada sumbunya mengelilingi Matahari. Rotasi mengontrol aktivitas manusia, mengikuti gelap dan terang, membagi kehangatan Matahari ke seluruh belahan dunia.

Perputaran Bumi juga menentukan medan magnetik, pola cuaca dan sirkulasi di lautan. Lalu apa yang terjadi jika Bumi berhenti berputar?

"Yang terjadi adalah kekacauan total, semuanya berantakan," kata Louis Bloomfield, fisikawan dari University of Virginia seperti dimuat situs sains Life's Little Mysteries.. Sebagian besar manusia akan tenggelam, mati lemas, tewas terpanggang atau beku.

Kabar baiknya: itu tak berarti kiamat. Sebagian manusia yang kebetulan tinggal di empat bagian kecil Bumi akan selamat, bahkan berevolusi dengan cepat sebagai respon dari perubahan lingkungan yang dramatis.

Hebatnya lagi, Bumi akan berubah bentuk jika berhenti berputar pada sumbunya. Rotasi Bumi membuat bagian tengah planet ini menonjol, sekitar 26 mil di sekitar katulistiwa daripada jarak antar kutub.

Jika berhenti berputar, bagian Bumi yang padat tak lantas berpendar. Yang paling terpengaruh adalah bagian lautan. "Lautan akan bergeser dari katulistiwa ke arah kutub, meninggalkan tulang kering permukaan bumi di dekat khatulistiwa. Sementara wilayah kutub akan tenggelam," kata Bloomfield.

Demikian pula dengan atmosfer, menebal di wilayah kutub dan menipis di katulistiwa. Hanya mahluk hidup di pertengahan garis lintang mendapatkan tekanan atmosfer yang tepat untuk tetap hidup.

Lebih jauh lagi, nyala matahari abadi akan menyinari sebagian Bumi. Akibatnya, tanaman mati, tanah merekah kekeringan. Sementara, belahan bumi yang lain akan tenggelam dalam kegelapan yang dingin, tanah menyerupai tundra beku. "Saat itu manusia harus bisa pindah ke wilayah transisi," kata Rhett Allain, fisikawan dari University of Southeastern Louisiana.

Gerak manusia akan terbatas pada "pita tipis" di wilayah transisi panas-dingin, di mana Matahari selalu akan muncul tepat di atas atau di bawah cakrawala.

Di sana, temperatur relatif moderat, namun pola cuaca dan iklim saat Bumi berhenti berputar, bahkan tak bisa ditebak oleh para ilmuwan masa kini.

Dari seluruh wilayah Bumi hanya ada empat bidang tanah kecil yang memiliki tekanan atmosfer tepat juga suhu yang cocok bagi manusia. Dua di belahan Bumi utara dan dua di belahan Selatan.

Akhirnya, hanya ada empat 'suku' manusia yang selamanya dipisahkan oleh kondisi ekstrem di antara mereka. Perbedaan lingkungan antara empat tempat itu akan mempengaruhi evolusi mahluk di sana, sesuai dengan kondisi lingkungannya.

Dan ini kabar buruknya: Bumi sejatinya akan berhenti berotasi. Meski mungkin tak bakal terjadi dalam waktu dekat. Saat Bulan "terkunci" tak berputar lagi, tak ada pasang-surut di Bumi. Lalu, beberapa miliar tahun lagi, giliran kita mengunci Matahari.

Sumber : Vivanews